Islam sedang diserang, dan Islam harus membela diri


Islam diserang oleh Kristen, orang-orang fanatik Eropa dan tentara salib.

Tentu saja, Islam sedang diserang secara langsung oleh militer dari barat di negara-negara seperti Afghanistan dan Pakistan.

Tetapi serangan yang paling berbahaya bukan dari unit militer yang dilengkapi dengan senjata perang. Islam dengan mudah dapat mempertahankan diri dari jenis peperangan semacam ini.

Jauh lebih berbahaya adalah serangan Kristen yang dilakukan dengan cara menyamar, atau yang menargetkan pikiran umat Islam.

Kekristenan memiliki tradisi panjang dalam peperangan dengan cara menyamar. Pada beberapa abad pertama setelah kematian Yesus, kekristenan merongrong kekaisaran Romawi, yang mendorong kehancuran negara tersebut.

Dan saat ini, Kristen melihat setiap bencana alam di dunia Islam sebagai sebuah kesempatan untuk diam-diam menyerang Islam.

Logikanya adalah bahwa ketika ada bencana alam, negara-negara Muslim yang dinyatakan tertutup bagi infiltrasi Kristen harus membiarkan organisasi kemanusian masuk ke negara Islam.

Tapi organsisasi yang mengaku sebagai kemanusian punya maksud yg tersembunyi, yaitu membuat orang Islam menjadi orang kristen.

Organisasi ini didanai penuh, dan keterlibatan mereka akan selalu mencapai sukses supaya orang berganti agama.

Mengapa?

Karena mereka akan menargetkan orang yang membutuhkan pertolongan ekonomi, dan menawarkan mereka bantuan berupa uang. Penerima tentu saja akan berterima kasih dalam menerima uang itu, dan mereka akan berpikir bahwa orang-orang Kristen adalah orang-orang yang baik.

Selanjutnya, orang-orang Kristen yang kaya akan memberitahu kaum Muslim yang miskin bahwa orang Kristen adalah orang-orang baik karena agama mereka Kristen.

Dan kemudian, mereka akan mengundang kaum muslim yang mereka bantu untuk berdoa kepada Yesus sebagai Tuhan, bukan melihat Yesus sebagai Nabi.

Tentu saja itu semua palsu. bantuan keuangan bukan diberikan sebagai pertolongan. Semua memiliki satu tujuan: untuk menghasut Muslim dan membuat mereka menjadi orang-orang Kristen. Bantuan keuangan ini adalah untuk mengkikis jiwa orang Islam.

Koruptor Kristen terburuk adalah pekerja perempuan dalam organisasi bantuan tersebut. Mereka tidak hanya menargetkan Muslim yang dalam kesulitan ekonomi, sehingga mereka dapat dibayar untuk berpindah agama. Mereka juga menargetkan Muslimah dengan segala macam janji-janji palsu.

Feminis barat mendirikan organisasi yang berpura-pura membantu Muslimah yang tidak sepenuhnya bahagia dengan pernikahan mereka. Tentu aja, mereka mendirikan rumah tempat tinggal untuk wanita Islam, supaya wanita ini lebih cenderung melarikan diri dari suami mereka.

Mereka mengatakan kepada Muslimah bahwa perempuan dalam Islam tidak memiliki hak. Bahwa laki-laki Muslim memukul istri mereka, dan bahwa orang Kristen memperlakukan istri mereka sebagai ratu. feminis Barat (kaum perempuan dalam organisasi kemanusiaan, bahkan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa) menceritakan bahwa Muslimah Islam hanya hamba laki-laki, sementara di Kristen, laki-laki adalah hamba perempuan.

Apakah pengaruh dari penyusupan islam semacam ini oleh mata-mata kristen dan pekerja ajudan feminis?

Efeknya adalah perempuan muslim tidak lagi ingin menikah dengan laki-laki muslim. Mereka menginginkan laki-laki kristen. Feminis Kristen mendirikan sekolah untuk anak perempuan di negara-negara Muslim. Untuk apa? Mereka mengatakan mereka ingin memberikan anak perempuan pendidikan yang lebih baik.

Pendidikan apa? Sebuah pendidikan Kristen! Perempuan yang menerima pendidikan dari wanita Kristen yang bekerja di lembaga bantuan secara alami ingin menjadi seperti guru Kristen mereka.

Tapi itu semua bohong. Perempuan dalam agama Kristen berada dalam situasi yang lebih buruk daripada perempuan dalam Islam. Hal ini karena dalam Kristen, hubungan antara pria dan wanita didasarkan pada ide-ide romantis bodoh. Ide-ide romantis tersebut mengharuskan semua orang hidup dalam pandangan kebohongan yang konstan.

Tidak ada kejujuran dalam kekristenan. Dan lembaga bantuan Kristen, dan pekerja pembantu khususnya wanita (feminis) yang sasarannya adalah perempuan muslim dan wanita adalah penipuan. Mereka adalah mata-mata rahasia yang merusak Islam dan ingin menghancurkan Islam.

Satu tema yang dihadapi sang pembela Islam adalah kegiatan atau aktivitas orang misionari Kristen. Mereka terus berusaha membujuk supaya orang Muslim meninggalkan agama iIlam dan mengikuti kepercayaan mereka. Bukan cuma di eropa tapi juga terjadi di tanah air kita. Apalagi pemerintah kita tidak bergerak untuk menghentikan aktivitas orang Kristen ini. Jadi mereka berhasil menjalankannya. Bukti lihat dibauwah ini.

***

Islam must defend itself

Islam is under attack, so Islam must defend itself.

Islam is under attack from Christian, European zealots and crusaders.

Of course, Islam is under direct military attack in countries like Afghanistan and Pakistan.

But the most dangerous attacks are not those by military units armed with guns and tanks. Islam can easily defend itself in this kind of warfare.

Much more dangerous are the Christian attacks that are conducted undercover, or that target the minds of Muslims.

Christianity has a long tradition in undercover warfare. In the first few centuries after the death of Jesus, Christianity undermined the Roman empire, leading to its decline.

And nowadays, Christianity sees any natural disaster in the Muslim world as an opportunity to secretly attack Islam.

The logic is that when there is a natural disaster, Muslim countries that are otherwise closed to Christian infiltration have to let in Christian aide agencies.

These aide agencies are well funded, and their involvement will always achieve conversions.

Why?

Because they will target people in need, and offer them help. The recipients will of course be grateful to receive the money, and they will come to think that those Christians are good people.

Next, those rich Christians will tell poor Muslims that Christians are good people because of the Christian religion.

And then, they will invite the Muslims they helped to prey to Jesus as god, instead of seeing Jesus as a prophet.

It's all fake, of course. Especially the financial help is fake. It has but one aim: to pay Muslims to make them Christians.

The worst Christian infiltrators are female workers of aide agencies. They do not only target Muslims in economic difficulties, so that they can be paid to become Christians.

They also target Muslimas with all kinds of fake promises.

Western feminists are founding organizations that pretend to help Muslimas who are not entirely happy with their marriages (shelter houses, female solidarity organizations).

They tell Muslimas that women in Islam have no rights. That Muslim men beat their wives, and that Christian men treat their wives as queens. Western feminists (the women in aide organizations, even from the United Nations) tell Muslimas that in Islam, women are just servants of men, while in Christianity, the men are the servants of women.

What is the effect of such infiltration of Islam by Christian spies and feminist aide workers?

The effect is that Muslim girls no longer want to marry Muslim men. They want Christian men.

Christian feminists found schools for girls in Muslim countries. For what? They say they want to give girls a better education.

What education? A Christian education! The girls who receive their education from Christian women working in aide agencies naturally want to be like their Christian teacher.

But it's all a lie. Women in Christianity are in a worse situation than women in Islam. This is because in Christianity, relationships between men and women are based on stupid romantic ideas. Such romantic ideas require that everybody lives a constant facade of lies.

There is no honesty in Christianity. And the aide of Christian aide agencies, and especially female aide workers (feminists) who target Muslim girls and women is deceit. They are undercover spies who undermine Islam, and want to destroy Islam.


Copyright pembela-islam.com